Saturday, August 14, 2010

~ya Allah,rindunya bertemu denganmu^_^


~marilah kita melapangkan hati merenung sejenak kisah kekasih hati-hati manusia..

~ dirinya sentiasa menyebut tentang kita,walaupun dia di zamannya...
indahnya akhlakmu ya Rasullullah^_^

Ada sebuah kisah tentang totaly cinta yang  dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah  mulai menguning,
burung-burung gurun runsing mengepakkan sayap.
 
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah,
"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya.
Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. 
Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an.
Barang siapa mencintai sunnahku,
 bererti dia mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku"
 
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata
Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap
mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan
napas dan tangisnya. 
Ustman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.
 
"Rasulullah akan meninggalkan kita semua"
resah hati semua sahabat di kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usia menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan siap
menangkap Rasulullah yang limbung saat
turun dari mimbar.
 
Saat itu, seluruh sahabat yang hadir
di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau mampu. Matahari kian
tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya,
Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan
membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
 
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar
seorang yang berseru mengucapkan salam.
"Bolehkah saya masuk?" tanyanya. 
Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,
"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya
yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,
"Siapakah itu wahai anakku?" 
"Tak tahulah aku ayah, seperti ini kali pertam aku melihatnya"tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bahagian wajahnya seolah hendak di kenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malakul maut," 
kata Rasulullah,
 
Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril
tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah
bersiap diatas langit dunia menyambut roh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
 
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" Tanya Rasululllah
dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua
surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril.
Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?"
Tanya Jibril lagi. 
"Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
 
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman
kepadaku:
 
'Kuharamkan surga bagi siapa saja,kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan roh
Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang. 
"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini"
Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga  kaupalingkan wajahmu Jibril?" Tanya
Rasulullah pada Malaikat pengantar  wahyu itu. 
" Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah diragut ajal" kata
Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."
 
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan
telinganya.
"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu"
 
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.Fatimah
menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya
ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii,
ummatii,
ummatiii?"
"Umatku, umatku,umatku"
Dan, tertutup hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta
sepertinya? 
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim'alaihi

* * *
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita...

sedarlah sahabat-sahabatku.tiada manusia yang mencintai dirimu lebih dari Rasulullah mencintaimu...

ya Allah,pertemukanlah kami di negeri akhirat..
inginku cium wajah orang yang telah bersusah payah mengorbankan segala-galanya demi agamaMu,ya Allah..

namun,untunglah dirimu wahai umat akhir zaman..
dirimu telah diistiharkan sebagai saudara nabi..
kerana dirimu beriman kepadanya,tanpa melihatnya...
peliharalah nikmat iman dan islammu itu...

tutupkanlah hidup kami sepertimana orang-orang yang soleh sebelum kami
ya Allah^__^

4 comments:

Anonymous said...

perkongsian yg menarik...
prbanyakkanlah selawat kita pada junjungan rasulullah SAW

Anonymous said...

masyaallah...
tersentuh ana bca ni...
jazakallah,insafkn diri ini...

qisti zahra' said...

Salam.

Ketika ALLAH ingin merapatkan hubungan Nabi Ibrahim as denganNYA, ALLAH perintahkan Nabi Ibrahim as membunuh rasa cintanya kepada anaknya Ismail as. Tapi ketika ALLAH ingin menambah kedekatan Nabi kita,Muhammad saw dengan ZATNYA YANG MAHA SUCI,DIA perintahkan Nabi saw agar bersabda: "Katakanlah wahai Muhammad saw! Aku tidak mengharapkan apapun balasan yang lain dari setiap jerih payahku menyampaikan Islam. Balasan yang aku harapkan adalah semata-mata kecintaan setiap kamu kepada Ahlil Baitku." (asy-Syura(42): 23 )

Lalu dekatlah kita ke hadrat ILAHI sejauh cinta dan sayang kita kepada Ahlil Bait Nabi saw.

Balaslah kecintaan Nabi saw kepada kita dengan mencintai ahli baitnya. =)

Selawat

Anonymous said...

subhnaalaah,,syng nya nabi pda umat..
bgaimana pula dgn umat2 nabi muhammad SAW...